Cara Mengatasi Diare Pada Anak

Wednesday, July 27th 2011. | Obat Anak

Anak merupakan anugerah terindah yang dititipkan ILAHI untuk kita para orang tua. Kesehatan anak merupakan hal utama yang harus kita perhatikan. Karena apabila anak sakit, orang tua mempunyai tanggung jawab yang lebih dalam merawatnya. Sebagai contoh anak sedang terkena diare, salah satu penyakit yang cukup membuat anak kurang bersemangat, lemah, lesu, rewel, dan mungkin menurunnya nafsu makan pada anak. Saat kondisi seperti inilah, orang tua harus tahu bagaimana cara mengatasi diare pada anak yang tepat.

cara mengatasi diare pada anak,mengatasi diare anak,diare anak,anak,anak sakit,obat diare,obat diare anak,obat tradisional anak,obat tradisional diare anak,manfaat kunyit,

Sebaiknya orang tua bersabar dan lebih tenang menilai kondisi anaknya, pada dasarnya diare merupakan penyakit yang sembuh sendiri (self limiting disease), dan yang penting orang tua tahu cara mengatasi diare pada anaknya yang tepat.  Yang dikhawatirkan dari diare adalah terjadinya dehidrasi, karena itu orang tua harus tahu tentang pencegahan dehidrasi dan tanda-tanda dehidrasi pada anak yang sedang diare.

CARA MENGATASI DIARE PADA ANAK:

Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dengan jumlah memadai merupakan modal utama mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sesering mungkin.

Oralit merupakan salah satu cairan pilihan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Oralit sudah dilengkapi dengan elektrolit, sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang bersama cairan.
Baca aturan penggunaan oralit dengan baik, berapa jumlah air yang harus disiapkan untuk membuat larutan oralit, sehingga takaran oralit dapat tepat diberikan. Larutan sup maupun air biasa cukup praktis dan hampir efektif sebagai upaya rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi.

Cairan yang biasa disebut sebagai cairan rumah tangga ini harus segera diberikan pada saat anak mulai diare. Berikan cairan dengan sendok, sesendok tiap 1-2 menit. Untuk anak yang lebih besar dapat diberikan minum langsung dari gelas/cangkir dengan tegukan yang sering. Jika terjadi muntah, ibu dapat menghentikan pemberian cairan selama kurang lebih 10 menit, selanjutnya cairan diberikan perlahan-lahan (misalnya 1 sendok setiap 2-3 menit).

Selain pemberian cairan, pemberian ASI maupun makanan pendamping ASI harus tetap dilanjutkan agar anak tidak jatuh dalam keadaan kurang gizi dan pertumbuhannya tidak terganggu. Sebaliknya, larutan-larutan yang hiperosmoler karena kandungan gulanya tinggi tidak boleh diberikan, contohnya adalah teh yang sangat manis, soft drink dan minuman buah komersial yang manis.

Selain tahu cara mengatasi diare pada anak yang tepat, orang tua pun harus tahu tanda-tanda memburuknya diare. Bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan atau ke dokter jika kondisinya tidak membaik dalam 3 hari atau buang air besar cair bertambah sering, muntah berulang-ulang, makan atau minum sangat sedikit, terdapat demam dan tinja anak berdarah.

Jangan tunggu lebih lama jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, anak bersikap sangat rewel atau justru apatis dan lesu pada dehidrasi yang lanjut. Untuk anak-anak yang kurang dari satu tahun, dapat dilihat atau diraba ubun-ubunnya cekung. Pada dehidrasi yang ringan dan sedang, anak tampak sangat kehausan, namun bila dehidrasinya berat, anak justru tidak merasa haus lagi.

Dapat juga diperiksa turgor kulit pada daerah perut yang akan berkurang kelenturannya jika anak mengalami dehidrasi. Caranya dengan menjepit atau mencubit kulit selama 30-60 detik, kemudian lepaskan. Bila turgor kulit masih baik, kulit akan cepat kembali ke keadaan semula. Bila tidak, kembalinya akan lambat. Selain itu anak yang mengalami dehidrasi matanya akan terlihat cekung, menangis tidak keluar air mata, tidak kencing, mulut dan lidah terlihat kering.

Jika terjadi hal-hal tersebut maka anak perlu ditangani oleh petugas kesehatan. Antibiotik tidak rutin diberikan, hanya pada kasus-kasus tertentu saja dokter akan meresepkan antibiotik. Saat ini lebih sering diberikan sejenis probiotik yang dicampurkan dalam cairan atau makanan anak. Tujuan pemberian probiotik adalah memperbanyak “kuman baik” sehingga dapat mempersingkat episode diare.

Sejauh ini, pemberian obat antidiare pada anak dapat berisiko menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya. Risiko tersebut dapat berupa mual, muntah bahkan yang cukup berat, timbulnya ileus paralitik (gangguan pada usus) yang dapat berakibat sangat fatal, bahkan tidak jarang membutuhkan pembedahan. Untuk itu Anda bisa mencoba memberi obat tradisional diare pada anak yang mempunyai efek samping relatif kecil.

Obat Tradisional Diare Pada Anak

Bahan:

Kunyit sebesar telur ayam……………… 1 biji (kering -+ 11 gr)
Daun jambu biji (ambil no 4 dr atas)… 10 lembar
Lampuyang emprit……………………….. 1 jari tangan (kering -+ 9 gr)

Caranya:

Cuci semua bahan, iris tipis kunyit dan lampuyang.Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.

Aturan pakai:

Minum ramuan obat tradisional diare dengan dosis sebagai berikut.
- Anak umur 1-3 tahun, minum 4 x sehari @ 1sendok makan.
- Anak umur 4-5 tahun, 4 x sehari @ 1 1 1/2 sendok makan.
- Anak umur 6-8 tahun, 4 x sehari @ 5 sendok makan.
- Anak umur 9-12 tahun, 4 x sehari @ 1/4 gelas

Peringatan:

Anak umur kurang dari 1 tahun jangan diberi ramuan ini, cukup diberi air teh yang kental.
Caranya, teh sebanyak 1 sendok teh diseduh air panas sebanyak 1 gelas lalu ditutup rapat,setelah dingin disaring.
Bayi umur 6-11 bulan diberi teh tersebut sebanyak 1 sendok teh, diminum 3 kali sehari.Untuk mengurangi rasa sakit, oleskan ramuan minyak kelapa 1 sendok makan dicampur 3 tetes minyak kayu putih dan dioleskan di perut bayi.

Demikian sedikit info tentang cara mengatasi diare pada anak Anda. Jaga terus kesehatan anak Anda agar bisa tumbuh kembang dengan baik dan mampu menjadi anak yang cerdas. Semoga bermanfaat.

1 Komentar Untuk Artikel " Cara Mengatasi Diare Pada Anak" »

Buat Pesan Untuk Artikel "Cara Mengatasi Diare Pada Anak"

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

5+7 (Wajib di jawab)