Keputihan

Mesothelioma Law Firm, Sell Annuity Payment Sunday, April 19th, 2015 - Info Kesehatan

Keputihan sering menyerang wanita dan tidak mengenal usia. Keputihan dapat menyerang anak-anak, wanita dewasa dan pada ibu hamil. Keputihan pada wanita mengakibatkan banyak hal seperti bau tidak enak bahkan gatal bagi wanita yang mengalami keputihan tersebut.

Pengertian Keputihan

Keputihan (Fluor Albus) adalah sekresi vaginal pada wanita. Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Keputihan fisiologis adalah keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya muncul menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur.

Pengertian Keputihan

Tanda-Tanda Keputihan

Tanda-Tanda Keputihan

Keputihan normal (fisiologis)

Keputihan normal (fisiologis), sebenarnya tidak berwarna putih dan tidak cocok disebut keputihan, banyak dipengaruhi oleh sistem hormonal, sehingga banyak sedikitnya sekret/cairan vagina sangat bergantung pada siklus bulanan dan stress yang juga dapat mempengaruhi siklus bulanan itu sendiri.

  • Cairan sekresi berwarna bening, tidak lengket dan encer.
  • Tidak mengeluarkan bau yang menyengat.
  • Gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid dan tanda masa subur pada wanita tertentu.
  • Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.
  • Gadis muda kadang-kadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
  • Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.
  • Pada wanita hamil keputihan lebih sering timbul, karena pada ssat wanita hamil, maka kekebaln tubuhnya akan menurun.
  • Pada waktu menopause dimana keseimbangan hormonalnya terganggu.
  • Pada orang tua dimana kekebalan tubuhnya sudah menurun dapat pula timbul Keputihan

Keputihan abnormal (patologis)

  • Keluarnya cairan berwarna putih pekat, putih kekuningan, putih kehijauan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, lengket dan kadang-kadang berbusa, cairan ini mengeluarkan bau yang menyengat.
  • Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya serta dapat mengakibatkan iritasi pada vagina.
  • Merupakan salah satu ciri-ciri penyakit infeksi vagina yang berbahaya seperti HIV, Herpes, Candyloma.

Penyebab Keputihan Pada Wanita

Penyebab keputihan

Penyebab keputihan adalah dari pola/ perilaku hidup yang tidak sehat. Secara umum keputihan pada wanita disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Gejala suatu penyakit tertentu
  • Rusaknya keseimbangan biologis dan keasaman (ph) lingkungan vagina.
  • Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur
  • Sering menggunakan WC Umum yg kotor
  • Tidak mengganti panty liner
  • Membilas vagina dari arah yang salah, yaitu dari arah anus ke arah depan vagina
  • Sering bertukar celana dalam/handuk dengan orang lain
  • Kurang menjaga kebersihan vagina
  • Kelelahan yang amat sangat
  • Stress
  • Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
  • Sering membasuh vagina, yang harus dibsuh adalah vulva (bagian yang menggembung) dan bukan vaginanya
  • Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, tidur kurang)
  • Lingkungan sanitasi yang kotor.
  • Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
  • Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex
  • Kadar gula darah tinggi
  • Sering menggaruk vagina

Diagnosa penyebab keputihan sendiri

Dengan memperhatikan cairan yang keluar, kita dapat diketahui penyebab keputihan. Sehingga kita dapat menentukan pengobatan dapat dilakukan sendiri atau perlu bantuan medis.

  • Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
  • Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
  • Keputihan akibat jamur Candida albicans, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna putih seperti susu,cairan kental,  bau tak sedap dan sangat gatal, terkadang dapat menimbulkan radang pada vagina sehingga kelihatan kemerahan.
  • Keputihan akibat bakteri Vaginosis atau Gardnerella, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna abu-abu, tidak terlalu kental,  cairan berbuih, mengeluarkan bau yang amis, dan gatal yang mengganggu.
  • Keputihan akibat parasit Trichomonas vaginalis, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna kehijauan atau kuning,  cairan berbuih dan bau amis, tidak menimbulkan gatal, tetapi saat ditekan, vagina akan terasa sakit. keputihan ini dapat ditularkan melalu hubungan seks yang tidak sehat, perlengkapan kamar mandi atau kloset.
  • Keputihan akibat virus, Keputihan jenis ini dapat diakibatkan oleh virus, HIV, Herpes atau Candyloma. keputihan yang diakibatkan oleh jenis ini dapat memicu kanker rahim, pada keputihan herpes biasanya disertai tanda-tanda herpes seperti luka yang melepuh, sedangkan pada keputihan candyloma disertai tanda-tanda candyloma berupa kutil-kutil yang tumbuh di vagina atau rahim. Penyakit herpes atau candyloma terkadang tidak terdeteksi secara dini, karena umumnya tanda-tandanya tidak mudah terlihat, karena muncul di dalam vagina.

Mencegah Keputihan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Adapun pencegahan agar tidak mengalami keputihan adalah dengan :

  • Menjaga alat kelamin tetap bersih dan kering;
  • Menghindari pakaian ketat;
  • Seing mengganti pembalut saat datang haid;
  • Menghindari douche (mencuci/membilas) vagina dengan larutan antiseptik, dan
  • Mencuci alat kelamin bagian luar dengan air bersih.

Tips untuk mencegah atau mengurangi keputihan :

  • Menjaga alat kelamin tetap bersih dan kering.
  • Menghindari pakaian ketat.
  • Menghindari douche (mencuci/membilas) vagina dengan larutan antiseptik.
  • Mencuci alat kelamin bagian luar dengan air bersih.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Konsumsi makanan yang bergizi selama hamil.

Mengobati Keputihan

Pengobatan keputihan yang diberikan harus disesuaikan dengan penyebab keputihan, apakah karena jamur, bakteri, atau parasit. Perlu dilakukan pemeriksaan bakteriologis atau mikrobiologis untuk mengetahui penyebab keputihan.

Keputihan dapat diobati secara alami maupun secara medis.

Obat keputihan alami

Mengobati Keputihan Secara Alami

Untuk mengobati keputihan secara alami dapat menggunakan bahan alami sebagai berikut :

  • Bawang putih
  • Kunyit
  • Daun sirih
  • Akar bayam
  • Biji ketumbar
  • Biji mangga
  • Akar mawar

1. Bawang putih

Bawang putih memiliki banyak mafaat dalam pengobatan herbal salah satunya untuk mengobati keputihan. Satu siung bawang putih dapat menyembuhkan infeksi akibat bakteri atau jamur pada area vagina. Cara menggunakannya, ambil satu siung bawang putih kemudian kupas kulitnya sampai bersih dan potong menjadi dua bagian. Sebelum tidur, letakkan potongan bawang putih tadi di atas vagina sampai pagi hari.

2. Kunyit

Kunyit termasuk jenis umbi-umbian yang mengandung bahan anti bakteri yang bisa menyembuhkan keputihan abnormal. Umbi kunyit yang digunakan adalah yang telah berusia lebih dari satu tahun.

Cara membuat obat keputihan alami dari bahan kunyit, ambil 2 rimpang kunyit, satu genggam daun beluntas, satu gengaman buah asam dan satu potong gula aren. Semua bahan direbus dengan satu liter air sampai mendidih kemudian disaring. Minum air rebusan tersebut satu gelas satu hari.

3. Daun sirih

Salah satu obat keputihan herbal yang biasa digunakan kaum wanita adalah rebusan daun sirih. Caranya membuat obat keputihan herbal dari daun sirih adalah dengan merendam daun sirih secukupnya ke dalam air selama sekitar satu atau dua jam. Air rendaman daun sirih tersebut kemudian digunakan untuk membersihkan vagina.

Obat keputihan herbal dari daun sirih juga sudah dibuat dalam bentuk sabun yang bisa dipakai untuk membersihkan area kewanitaan secara rutin.

4. Akar bayam

Salah satu cara mengatasi keputihan abnormal adalah dengan menggunakan obat tradisional akar bayam. Tumbuhan ini mengandung sifat sebagai anti bakteri yang kuat dan dapat membunuh bakteri jahat dalam vagina dan menyembuhkan infeksi penyebab keputihan. Akar bayam digunakan dengan cara dibuat jus dan diminum dua kali sehari.

5. Biji ketumbar

Biji ketumbar selain sebagai bumbu masiak juga dapat digunakan sebagai obat keputihan tradisional. Cara membuat obat tradisional keputihan dari biji ketumbar adalah. Untuk membuat obat keputihan alami dari biji ketumbar, rendamlah biji ketumbar semalaman kemudian minum air rendaman tersebut keesokan harinya saat perut masih kosong. Lakukan metode ini selama satu minggu untuk mendapatkan hasil yang lebih manjur.

6. Biji Mangga

Biji mangga dapat digunakan untuk mengobati keputihan secara alami. Cara membuat obat keputihan alami dari biji mangga adalah. Caranya keringkan dan giling biji mangga sampai hancur dan menjadi bubuk. Campur bubuk biji mangga dengan beberapa tetes air sehingga menjadi adonan. Oleskan adonan tersebut di dalam vagina untuk mengatasi keputihan abnormal.

7. Akar mawar

Akar mawar bermanfaat untuk mengobati keputihan. Cara mengobati keputihan dengan akar mawar, ambil akar mawar secukupnya kemudian cuci hingga bersih, setelah itu rebus dengan air. Minumlah air rebusan akar mawar secara teratur untuk mengurangi rasa gatal akibat keputihan.

Pada dasarnya untuk mengobati keputihan dapat ditentukan dari penyebab keputihan tersebut terjadi. Jika penyebabnya adalah jamur maka gunakan obat anti jamur yang berbentuk gel atau krim. Dan jika penyebab keputihan adalah bakteri maka dapat menggunakan antibiotik.

Untuk mengobati keputihan secara medis sebaikny adilakukan atas rekomendasi dari dokter. Pengobatan keputihan secara medis maupun alamai (herbal) memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pengobatan keputihan secara medis pada umumnya proses pengobatan cepat, tetapi memiliki efek samping karena mengkonsumsi bahan kimia, sedangkan mengobati keputihan secara alami biasanya perlu waktu yang lebih lama tetapi tidak memiliki efek samping. Oleh karena itu dapat dapat dipilih alternatif mengobati keputihan secara alami seperti diatas.

Leave a Reply